PANDUAN EFEKTIF PENGELOLAAN SDM

Bicara tentang Sumber Daya Manusia (SDM) bagaikan menonton sinetron atau film laris yang mempunyai episode yang panjang atau sequel lanjutan. SDM dalam sebuah perusahaan bagaikan pemeran utama yang menentukan keberlangsungan perusahaan tersebut. Apabila pemeran utama tidak mampu menampilkan perannya dengan baik, maka sinetron atau film tersebut tidak akan diminati penonton. Demikian juga SDM dalamnya perannya sebagai “pemeran utama” harus dipastikan dapat menjalankan fungsi dan tugasnya sehingga perusahaan dimana dia bekerja dapat menarik minat “penontonnya” (dalam hal ini customer dan investor).

Menurut Straub dan Abner (1985:136) sebagaimana yang ditulis oleh CHR. Jimmy L Gaol dalam bukunya A to Z Human Capital: Manusia merpupakan sumber daya yang paling penting dari sebuah organisasi. Manusia memberikan bakat, keahlian, pengetahuan dan pengalaman untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Pengelolaan SDM merupakan kebijakan yang terintegrasi dan berkesinambungan mulai dari tahap awal (perencanaan) sampai dengan tahap pengakhiran (pemutusan hubungan kerja).

Lalu, bagaimana mengelola SDM sehingga mampu menjalankan perannya dengan maksimal dan produktif sehingga dapat menarik minat customer?

Ada 8 (delapan) langkah efektif mengelola SDM yaitu :

1.     Perencanaan SDM
      Adalah proses perencanaan untuk menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan. Pada umumnya penentuan jumlah kebutuhan karyawan adalah berdasarkan pengembangan atau pertumbuhan bisnis, rencana ekspansi bisnis. Dalam menentukan jumlah karyawan tentu harus disesuaikan dengan beban kerja yang akan dilakukan, sehingga jumlah karyawan tepat jumlah. Adapun hal-hal yang direncanakan pada tahapan ini adalah :
1.1.  Penetapan Struktur Organisasi
1.2.  Perencanaan jumlah SDM
1.3.  Penyediaan Staf setelah melakukan analisis jabatan, pembuatan job specification dan job
         description

2.     Recruitmen
         Beberapa pengertian Rekrutmen menurut para ahlinya (Kho, 2018).
-        Pengertian Rekrutmen menurut DR. Fautino Cardoso Gomes, M.Si (2003), Rekrutmen
         adalah proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan
         dalam dan oleh suatu organisasi.
-        Pengertian Rekrutmen menurut Robert L.Mathis (2011), Rekrutmen adalah proses
         menghasilkan suatu kelompok pelamar yang memenuhi syarat untuk pekerja.

Supaya proses rekrutmen berjalan dengan baik sebaiknya mempersiapkan sebagai berikut :
2.1.    Menentukan Syarat Rekrutmen yang baik
2.2.    Menentukan waktu rekrutmen dilakukan
2.3.    Menentukan Sumber Rekrutmen
2.4.    Menentukan Metode Rekrument
2.5.    Lamaran sebagai Persyaratan Rekrutmen
2.6.    Menentukan Syarat Rekrutmen yang baik
2.7.    Menentukan waktu rekrutmen dilakukan
2.8.    Menentukan Sumber Rekrutmen
2.9.    Menentukan Metode Rekrument
2.10.  Lamaran sebagai Persyaratan Rekrutmen

3.     Seleksi
      Adalah proses menemukan karyawan yang tepat dari sekian banyak pelamar atau calon karyawan. Pada tahap ini yang perlu dilakukan menyeleksi lamaran yang memenuhi persyaratan dengan cara melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar.

Hal-hal yang perlu dipahami dalam tahapan ini adalah :
3.1.   Pentingnya proses seleksi
      Proses seleksi merupakan kegiatan pemilihan dan penetuan pelamar yang memenuhi kriteria Perusahaan. Dengan demikian, biaya dan waktu yang berkaitan dengan sumber daya manusia juga akan menjadi lebih hemat.
3.2.   Tahapan seleksi
3.3.   Perjanjian Kerja
        Setelah calon karyawan telah melewati program seleksi, maka karyawan yang memenuhi persyaratan akan memiliki hubungan kerja dengan Perusahaan melalui kesepakatan antara Perusahaan dan calon karyawan yang diikat dalam Perjanjian.

4.     Masa Orientasi dan Sosialisasi
Tujuan Program Orientasi adalah Pengenalan terhadap :
a.      Perusahaan visi misi dan arah masa depan perusahaan
b.      Tugas-tugas dan tanggungjawab yang akan dilakukan
c.      Struktur Organisasi : Pengenalan Kepada Direksi dan Karyawan yang ada di Perusahaan
         dan lingkungan sosial tempat kerja.
d.      Tujuan Perusahaan
e.      Produk-produk yang dihasilkan
f.       Peraturan dan ketentuan yang ada di perusahaan, orang-orang yang bekerja di perusahaan
          dan
g.      Jenis-jenis Pekerjaan yang ada di perusahaan.

5.     Pelatihan dan Pengembangan
      Kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan kemampuan pegawai.
a.      Pelatihan dimaksudkan untuk :
-        Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
-        Mampu melakukan pekerjaan saat ini
b.      Pengembangan, dimaksudkan untuk
-        Peningkatan motivasi dan attitude
-        Tanggungjawab dikemudian hari

6.      Kopensasi dan retaining strategi
6.1.   Kompensasi
        Adalah imbalan yang diterima oleh karyawan atas jasa atau hasil dari pekerjaannya dari perusahaan dalam bentuk uang atau barang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
6.2.   Retaining strategy
         Retaining/retensi Strategi adalah Strategi Perusahaan dalam mempertahankan karyawan terbaik dan yang mempunyai kinerja bagus sehingga produktivitas perusahaan dapat berkesinambungan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan karyawan dalam bekerja sehingga dapat memberikan kinerja terbaiknya.

7.      Pemisah
       Adalah ketika seorang karyawan harus berpisah dengan perusahaan tempat kerjanya. Pemisahan dapat berasal dari keinginan pekerja sendiri (mengundurkan diri) atau dapat juga berasal dari keputusan perusahaan. Ada beberapa penyebab terjadinya pemisahan antara lain alasan ekonomi, bisnis atau alasan pribadi, proses alami seperti memasuki usia pensiun atau kematian.

Dengan melakukan ke 7 langkah efektif ini, maka SDM Anda akan mampu melakukan peran utama atau peran pentingnya sehingga perusahaan Anda akan menarik, tidak saja menarik ditonton pemirsa akan tetapi menarik menjadi customer Anda.

Selamat menjalankan….Salam SDM Hebat…